Logo Header Antaranews Papua

Pemerintahan Distrik Hubikiak imbau warganya respons terhadap PPDP

Minggu, 21 Januari 2018 12:13 WIB
Image Print
Kepala Distrik Hubikiak (kemeja putih) saat menerima PPDP yang hendak melakukan coklit. (Foto: Antaranews Papua/Marius Frisson Yewun)
Sebenarnya masyarakat sudah paham tentang tata cara pemilihan yang benar seperti apa, tetapi kami akan sampaikan sehingga mereka juga bisa mendaftarkan diri agar sama-sama ikut pilkada 2018

Wamena (Antaranews Papua) - Pemerintah Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengimbau ribuan warganya agar merespons kehadiran petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang diturunkan oleh KPU terkait pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya periode 2018-2023.

Kepala Distrik Hubukiak Nikolas Itlay di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan PPDP sudah mulai melakukan tugas di distrik tersebut.

"Sebenarnya masyarakat sudah paham tentang tata cara pemilihan yang benar seperti apa, tetapi kami akan sampaikan sehingga mereka juga bisa mendaftarkan diri agar sama-sama ikut pilkada 2018," katanya.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12 ribu lebih warga di distrik itu sudah memiliki KTP elektronik.

"Kerena dalam data pemilih yang digunakan oleh PPDP adalah data lama, sehingga yang tercover mungkin kurang. Namun melalui pencocokan yang dilakukan, kami yakin hampir mencapai 12 ribu lebih warga," katanya

Untuk menghindari adanya permainan curang pada saat pencoblosan dan perhitungan suara, ia menyarankan pelaporan hasil pencoblosan pada pemilihan dari tingkat kampung dilakukan melalui jaringan online (daring).

"Ketika perhitungan di kampung, setelah itu dilaporkan secara `online` sehingga ke depan tidak ada masalah, namun ketika sistem `online` ini tidak berjalan, pelaporan data itu selalu dihambat-hambat sehingga banyak terjadi permasalahan," katanya.

Nikolas mengaku sudah memberikan data lengkap tentang dirinya dan keluarganya kepada PPDP saat melakukan pencocokan data pada Sabtu (20/1). (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026