Logo Header Antaranews Papua

Legislator: polisi harus terbuka terkait penembakan warga Mimika

Senin, 5 Maret 2018 10:32 WIB
Image Print
Ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Alhamid ketika diwawancarai wartawan di Timika, Senin (5/4). (Foto: Antaranews Papua/Jeremias Rahadat)
Penembakan warga Kabupaten Mimika, Papua pada 3 Februari 2018 itu harus dijelaskan ke publik sejauh mana kasus diselesaikan karena ini berkaitan dengan menghilangkan nyawa manusia bahkan persoalan ini menjadi heboh di Timika

Timika (Antaranews Papua) - Legislator yang juga Ketua Komisi A DPRD Mimika, Papua, Saleh Alhamid meminta Kepolisian untuk bersikap terbuka terkait proses hukum kasus penembakan yang menewaskan warga Imakulata Emakeparo (62) di Pelabuhan Cargodock Porsite Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh.

"Penembakan warga Kabupaten Mimika, Papua pada 3 Februari 2018 itu harus dijelaskan ke publik sejauh mana kasus diselesaikan karena ini berkaitan dengan menghilangkan nyawa manusia bahkan persoalan ini menjadi heboh di Timika," ucapnya di Timika, Senin.

Pascapenembakan massa sempat beraksi di ruas jalan depan kantor DPRD sempat diblokade dan menyebabkan arus lalulintas lumpuh.

Menurut dia, seharusnya proses ini segera dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu pengadilan sebab bukti-bukti dan fakta-fakta sangat jelas termasuk menetapkan pelaku penembakan yang juga sampai saat ini belum diumumkan oleh kepolisian Timika.

"Padahal kan tempat kejadian jelas, pelakunya jelas, modusnya jelas dan korban jelas, apa yang sudah diungkap. Sangat transparan sebab ada saksi. Ini bukan kasus penemuan mayat di hutan," ujarnya.

Menurut Saleh, masyarakat terutama keluarga korban patut mempertanyakan sejauh mana upaya kepolisian untuk memproses kasus ini sementara pihak kepolisian sendiri belum menunjukan tanda-tanda perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Jangan kemudian terkesan bahwa pelakukanya masyarakat itu cepat diproses tetapi kalau untuk aparat terkesan ditutup-tutupi, kan seperti itu," ujar Saleh.

Sebelumnya keprihatinan yang sama terkait lambatnya proses hukum kasus penembakan warga sempat disampaikan oleh Sekretaris Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika, Rudolof Kambayon di Timika.

Rudolof meminta kepada kepolisian Timika untuk dapat mempercepat proses penyelidikan terhadap kasus penembakan tersebut. Sementara itu SKP sendiri akan menyiapkan pengacara untuk mendampingi keluarga korban dalam penyelesaian kasus tersebut di pengadilan. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026