
PLN Timika tambah pembangkit untuk mengatasi pemadaman bergilir

Mesin-mesin itu sudah ada di PLN Timika sekarang, tidak langsung beroperasi, tetapi harus diinstalasi terlebih dahulu. Proses ini membutuhkan waktu sampai 10 hari ke depan
Timika (ANTARA) - Manajemen PT PLN (Persero) Area Timika, Papua, menambah pembangkit diesel untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi di Timika akhir-akhir ini.
Manajer UP3 PT PLN Timika Hotman Ambarita, Rabu, mengatakan bahwa delapan unit pembangkit diesel berkapasitas 3 megawatt yang didatangkan dari Jakarta tiba di Timika dan sedang dalam proses instalasi untuk segera masuk dalam sistem PLN.
"Mesin-mesin itu sudah ada di PLN Timika sekarang, tidak langsung beroperasi, tetapi harus diinstalasi terlebih dahulu. Proses ini membutuhkan waktu sampai 10 hari ke depan," jelas Hotman.
Ia mengatakan delapan unit pembangkit diesel itu didatangkan oleh PT Manunggal. Selama ini PLN Timika menyewa sejumlah pembangkit diesel milik perusahaan swasta, di antaranya yaitu PT Manunggal, PT Sewa Tama, PT Bina Pertiwi dan PT Putra Persada Perkasa
Selain itu, PLN Timika juga mendapat kiriman sejumlah pembangkit diesel dari NTB dengan kemampuan daya sebesar 5 megawatt.
"Tentu ini informasi yang menggembirakan bagi kami di PLN Timika maupun masyarakat pengguna jasa kelistrikan di Kota Timika. Kalau semua mesin ini beroperasi, PLN Timika akan mendapat tambahan daya sebesar 8 megawatt," ujar Hotman.
Di sisi lain, katanya, PT Putra Persada Perkasa, salah satu perusahaan yang menyewakan pembangkit dieselnya ke PLN Timika akan mendatangkan mesin baru berkapasitas 2 megawatt untuk mengganti mesin yang kondisinya rusak.
"PT Putra Persada Perkasa sudah datangkan mesin barunya ke Timika, sekarang sudah ada di Pelabuhan Paumako, tinggal dimobilisasi ke PLN Timika," jelas Hotman.
Hingga kini PLN Timika masih mengalami defisit daya listrik sebesar 1,8 hingga 2 megawatt. Sementara beban puncak PLN Timika saat ini sebesar 27 megawatt.
Beberapa waktu lalu, PLN Timika mengalami defisit daya listrik hingga 5,3 megawatt sehingga dilakukan pemadaman listrik setiap hari baik siang maupun malam.
"Dengan beroperasinya kembali mesin-mesin yang sebelumnya mengalami gangguan, kasus pemadaman listrik bergilir di Timika sekarang ini semakin berkurang durasi waktunya terutama pada malam hari," kata Hotman.
Keputusan PLN melakukan pemadaman listrik bergilir setiap hari di Timika dengan durasi waktu 10-12 jam memicu reaksi protes dari warga setempat.
Protes keras terhadap kebijakan itu dilakukan oleh para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan Timika.
Bahkan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan kalangan DPRD setempat juga mengecam kinerja PLN Timika tersebut.
Pewarta : Evarianus Supar
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
