
PLN Timika tetap perbaiki jaringan selama masa pandemi COVID-19

Timika (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, Papua, tetap melakukan perbaikan jaringan listrik di wilayah itu selama masa tanggap darurat pandemi COVID-19.
Manajer PLN UP3 Timika Hotman Ambarita di Timika, Sabtu, mengatakan meskipun perhelatan PON XX Papua serta Pesparawi XIII se-Tanah Papua diundur namun pembenahan jaringan listrik di Kota Timika tetap dilanjutkan.
Karena itu, katanya, setiap pekan pasti dilakukan pemadaman listrik secara terencana di Kota Timika.
"Pemadaman listrik yang terjadi sekarang ini itu dilakukan secara terencana karena ada pekerjaan pembenahan jaringan. Jadi masalah pemadaman listrik ini tidak ada kaitan dengan adanya gangguan teknis kekurangan daya atau karena kehabisan bahan bakar," kata Hotman.
Daya listrik yang tersedia di PLN Timika saat ini, katanya, sangat cukup, bahkan masih terdapat surplus daya sekitar 4-5 megawatt.
Kapasitas daya mampu PLN Timika saat ini sekitar 29-30 megawatt, dengan beban puncak sekitar 24-25 megawatt.
Hotman mengatakan selama ada pembatasan aktivitas masyarakat maupun tempat-tempat usaha di Kota Timika sejak akhir Maret, konsumsi listrik di tingkat lokasi usaha seperti perhotelan, restoran, pertokoan dan tempat-tempat usaha lainnya mengalami penurunan cukup tajam.
Kondisi berbeda pada konsumen rumah tangga dimana konsumsi listriknya malah meningkat.
Selama masa pandemi COVID-19 ini, katanya, PLN Timika juga memberlakukan piket masuk bagi para stafnya, sebagian lain bekerja dari rumah untuk mencegah kerumunan di kantor.
"Kebijakan yang kami ambil yaitu ada pegawai yang masuk kerja satu hari, lalu hari berikutnya pegawai lain yang masuk kerja. Sebagian lagi bekerja dari rumah, tapi itu tidak semua. Kami membuatkan jadwal piket kerja secara bergiliran mengikuti kebijakan Pemda Mimika soal pencegahan COVID-19," jelas Hotman.
PLN Timika juga membatasi warga yang hendak masuk ke lingkungan perkantoran.
Setiap warga yang datang ke Kantor PLN Timika dilakukan protokol kesehatan ketat seperti pemeriksaan suhu badan, wajib mencuci tangan dan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, dan ruangan-ruangan kerja staf selalu disemprot dengan cairan disinfektan.
"Kami juga menghindari pertemuan-pertemuan dengan staf yang biasanya dilakukan rutin sekali sepekan untuk evaluasi kinerja. Tamu-tamu yang kepentingannya tidak terlalu urgen kami batasi," jelasnya.
PLN Timika menyatakan siap memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya di wilayah itu selama masa pandemi COVID-19, apalagi sebentar lagi umat Muslim akan merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah.
"Mudah-mudahan tidak ada hal yang dapat mengganggu pasokan listrik di Kota Timika sampai hari raya Idul Fitri nanti. Kami telah membuat posko pengaduan pelanggan dan juga mengurus izin ke Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Mimika agar mobil-mobil PLN ditempeli stiker Gugus Tugas COVID-19 sehingga dapat diberikan akses untuk melayani pelanggan jika terjadi gangguan listrik. Semua petugas kami selalu diingatkan untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," jelas Hotman.
Saat ini jumlah pelanggan PLN Timika sebanyak 63 ribu yang tersebar di empat kabupaten yaitu Mimika, Asmat, Yahukimo dan Nduga. Pelanggan terbanyak berada di Kota Timika.
Pewarta : Evarianus Supar
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
