
BPS: Ekspor Papua meningkat 3,72 persen pada Oktober 2020

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan ekspor Papua pada Oktober 2020 tercatat senilai 212,69 juta dolar AS atau meningkat sebesar 3,72 persen dibanding bulan September yang hanya 205,06 juta dolar AS.
Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina di Jayapura, Selasa, mengatakan dilihat dari jenisnya, ekspor Papua pada bulan ini hanya berupa ekspor nonmigas senilai 212,69 juta dolar AS di mana ekspor terbesar berasal dari Pelabuhan Amamapare yaitu senilai 203,73 juta dolar AS atau 95,79 persen dari total ekspor Papua.
"Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-Oktober 2020 adalah senilai 1.130,55 juta dolar AS atau meningkat sebesar 14,38 persen dibandingkan total ekspor Januari-Oktober 2019 yang senilai 988,38 juta dolar AS," katanya.
Menurut Adriana, jika dilihat dari provinsi asal, ekspor dari Provinsi Papua hanya berupa ekspor non migas yang senilai 216,72 juta dolar AS, yang dimuat di pelabuhan se-Provinsi Papua senilai 212,69 juta dolar AS.
Sedangkan sisanya senilai 3,48 juta dolar AS dimuat di Pelabuhan Tanjung Perak dan 0,54 juta dolar AS dimuat di Bandara Soekarno Hatta.
"Nilai ekspor golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) pada Oktober 2020 tercatat senilai 203,71 juta dolar AS atau menurun 0,52 dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang senilai 204,77 juta dolar AS," ujarnya.
Ekspor golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) berasal dari PT.Freeport Indonesia dan dimuat di pelabuhan Amamapare di Kabupaten Mimika, ekspor golongan Kayu dan Barang dari Kayu (HS44) senilai 4,77 juta dolar AS di mana pada bulan ini tidak terdapat ekspor golongan Ikan dan Hewan Air Lainnya (HS03).
Ekspor golongan Non Migas Lainnya yang senilai 4,22 juta dolar AS mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai 0,29 juta dolar AS, ekspor golongan Non Migas Lainnya terbesar dari kelompok Industri Minyak Nabati/Hewani (HS15) yang mana kelompok industri ini mempunyai nilai ekspor sebesar 4,19 juta dolar AS atau dengan kata lain memiliki kontribusi sebesar 1,97 persen dari total ekspor.
Dia menambahkan ekspor ke enam negara utama pada Oktober 2020 tercatat senilai 190,81 juta dolar AS atau menurun sebesar 6,82 persen dibanding September 2020, di mana ekspor ke negara lainnya pada Oktober 2020 yang senilai 21,88 juta dolar AS mengalami peningkatan dibanding September 2020 yang sebesar 0,29 juta dolar AS.
Dan negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor adalah negara Bulgaria dengan nilai ekspor senilai 19,41 juta dolar AS berupa golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26).
"Sementara itu, tidak terdapat ekspor ke negara tetangga Papua Nugini pada Oktober 2020, hal ini terkait dengan penutupan aktivitas lintas batas negara baik dari Indonesia ke Papua Nugini (PNG) maupun sebaliknya pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua sejak 31 Januari 2020," ujarnya.
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor:
Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026
