Logo Header Antaranews Papua

Gubernur Papua harap masyarakat tak terprovokasi kasus lintas batas

Senin, 5 April 2021 15:17 WIB
Image Print
Gubernur Papua Lukas Enembe, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dan Bupati Puncak Willem Wandik mengobrol bersama usai diwawancarai wartawan di Gedung Negara Jayapura (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Lukas Enembe mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi atas berita-berita tidak benar kaitannya dengan kejadian lintas batas.

"Tidak usah dengar berita yang tidak benar," kata Lukas kepada Antara di Jayapura, Senin.

Menurut Lukas, masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan informasi dan berita yang tidak jelas sumbernya.

"Saya sudah sampaikan kepada Mendagri secara virtual ketika di Vanimo," ujarnya.

Dia menjelaskan dirinya mengaku hanya menjalani pengobatan tradisional saja di Vanimo karena kondisi kesehatan yang tidak baik.

"Saya hanya berobat dan punya hak," katanya lagi.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe pada Rabu (31/3) masuk ke Papua Nugini melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek ke Wutung, kampung yang berbatasan dengan Skouw, Kota Jayapura.

Akhirnya Pemerintah PNG mendeportasi Gubernur Enembe dengan dua pengikutnya sehingga Konsulat RI di Vanimo mengeluarkan Surat Pengganti Laksana Pasport (SPLP) dan dipulangkan melalui PLBN Skouw pada Jumat ((3/4).



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026