Logo Header Antaranews Papua

BI Papua harap GNPIP tingkatkan produktivitas sektor pertanian

Jumat, 14 Oktober 2022 03:18 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Juli Budi Winantya penyerahan secara simbolis program sosial BI di Kabupaten Merauke, Rabu (12/10). (ANTARA/ HO - Humas Bank Indonesia Provinsi Papua)

Jayapura (ANTARA) -

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua berharap dengan peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) setempat dapat meningkatkan produktivitas kemandirian pangan sektor pertanian menjadi lebih optimal di Bumi Cenderawasih.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Juli Budi Winantya di Jayapura, Kamis, mengatakan untuk meningkatkan produktivitas tersebut, maka pada peluncuran GNPIP pihaknya juga melakukan penyerahan program pengembangan cabai rawit dan bawang merah, melalui penerapan bibit unggul, dan program sosial BI berupa alat mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi pertanian (saprotan).
"Papua termasuk salah satu provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi, dimana berada di urutan ke enam di Indonesia dengan angkanya 7,27 persen," katanya.
Menurut Juli, GNPIP Papua hadir sebagai langkah untuk memperkuat sinergi dalam mengelola inflasi pangan di wilayah Papua.
"Gejolak harga yang terlihat pada beberapa komoditas pangan perlu diredam dengan menjaga pasokan, distribusi dan harga di pasar," ujarnya.
Dia menjelaskan dalam jangka pendek bakal dilakukan program peningkatan produktivitas komoditas inflasi seperti cabai rawit dan bawang merah melalui penerapan bibit unggul penguatan alsintan dan saprotan pada kota/kabupaten produsen seperti Merauke, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan penyelenggaraan pasar murah.
"Secara umum bahan pangan yang ada di Papua harus di datangkan dari luar sehingga dibutuhkan kerjasama antar daerah," katanya lagi
Dia menambahkan pihaknya optimistis akhir tahun, inflasi setempat dapat dikendalikan secara perlahan sehingga dapat optimal baik dari sisi produsen, kemudian distributor dan konsumen dengan begitu komoditas yang mempengaruhi berada pada kisaran 5 persen.
Sekadar diketahui, sebelumnya telah dilakukan peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di yang dihadiri Wakil Bupati Merauke Riduwan, Kepala Disperindagkop dan Dinas Pertanian Papua serta TPID setempat bertempat di Kabupaten Merauke pada Rabu (12/10).



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026