Logo Header Antaranews Papua

BPS: Inflasi di Papua sebesar 4,05 persen pada April 2023

Selasa, 2 Mei 2023 17:09 WIB
Image Print
Pemprov Papua saat melakukan sidak ke para pedagang di salah satu pasar tradisional di Kota Jayapura. (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Papua berada di urutan lima besar terendah secara nasional

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat inflasi Papua April 2023 secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 4,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,62.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,77 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,67 persen serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,42 persen,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Papua Akhmad Fauzi di Jayapura, Selasa.

Dia mengatakan seluruh kota IHK di Papua mengalami inflasi, dimana di Merauke sebesar 3,48 persen, Timika sebesar 5,87 persen, dan Jayapura sebesar 3,43 persen.

Menurut Akhmad, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada April 2023, antara lain bensin, angkutan udara, beras, biaya akademi/perguruan tinggi, dan rokok kretek filter.

“Sementara beberapa komoditas yang dominan menyumbang deflasi yoy, antara lain minyak goreng, ikan ekor kuning, ikan tongkol, kangkung, dan bunga papaya,”ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua Suzana Wanggai mengatakan kini harga bahan pokok memang stabil, namun tidak dipungkiri pihaknya akan tetap melaksanakan sidak pasar guna menjaga stabilitas harga di Bumi Cenderawasih.

"Besok kami akan mengadakan rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua serta instansi terkait lainnya” katanya.

Menurut Suzana, pihaknya bersama tim akan tetap menjaga inflasi agar tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Papua berada di urutan lima besar terendah secara nasional sehingga kami bersama instansi lainnya akan menjaga,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026