Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Mappi prioritas honorer OAP diangkat jadi CPNS

Selasa, 30 Mei 2023 13:20 WIB
Image Print
Suasana pertemun PJ Bupati Mappi Micahel Gomar bersama aliansi honorer nasional Kabupaten Mappi. ANTARA/HO-Humas Pemkab Mappi.

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mappi, Papua Selatan memprioritaskan tenaga honorer Orang Asli Papua (OAP) untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Penjabat Bupati Mappi Michael Gomar dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Selasa, mengatakan pemerintah telah menetapkan sejumlah persyaratan diantaranya pengangkatan diprioritaskan pada masa kerja minimal lima tahun.

"Kalaupun ada honorer dengan masa kerja tepat lima tahun tetap didiskualifikasi apalagi kurang dari lima tahun sehingga honorer dengan masa kerja paling lama yang prioritas tapi juga mempertimbangkan usia tidak lebih dari 58 tahun," katanya.

Menurut Gomar, pihaknya telah memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mappi untuk mengumumkan 450 nama yang sebelumnya sudah dimasukkan.

"Sehingga kami harap aliansi honorer nasional Kabupaten Mappi dapat mencatat nama-nama yang dinilai tidak memenuhi syarat kemudian diajukan kepada pimpinan daerah," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menemui dan menerima aspirasi dari aliansi honorer nasional Kabupaten Mappi pada Senin (29/5) dan diharapkan BKPSDM dapat menyusun analisis jabatan dan analisis beban kerja bagi seluruh honorer di Kabupaten Mappi sebanyak 2.332 orang.

"Sehingga pengusulan tambahan kuota bisa dilakukan berdasarkan klasifikasi honorer berdasarkan masa kerja juga harus disiapkan agar memudahkan," katanya lagi.

Dia menambahkan Pemkab Mappi memastikan dalam pengangkatan CPNS diprioritaskan bagi honorer OAP jika ada yang belum memiliki ijazah SMA maka pihaknya akan memfasilitasi untuk mengikuti ujian paket C.

"Diharapkan kepada seluruh honorer untuk aktif bekerja dan disiplin meskipun pekerjaan tidak banyak tapi harus tetap bekerja dan juga honorer juga diharap meningkatkan kompetensi dan kemampuan," ujarnya lagi.




Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026