
Pemkab Tolikara harap MBG tak terkena dampak pemangkasan anggaran

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan mengharapkan agar dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu tidak terkena dampak pemangkasan anggaran baik Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) serta dana otonomi khusus (Otsus).
"Kami menyampaikan harapan besar kepada pemerintah pusat agar dalam implementasi MBG dan kebijakan anggaran tidak ada lagi pemangkasan Dana DAU, DAK, atau Otsus yang akan mengganggu jalannya program-program dasar di daerah," kata Bupati Tolikara Willem Wandik dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Selasa.
Menurut Wandik, pihaknya membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat bukan pengurangan dana sebab pembangunan di Papua terutama di wilayah pegunungan sedang mengejar ketertinggalan.
"Kami berkomitmen untuk membebaskan anak-anak Tolikara dari kekurangan gizi, stunting, dan keterbelakangan," ujarnya.
Dia menjelaskan Pemkab Tolikara berkomitmen untuk mewujudkan generasi muda daerah ini tumbuh dengan sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing dengan anak-anak yang lain sehingga seluruh Indonesia.
"Untuk itu melalui program MBG yang diimplementasikan dengan pendekatan lokal yang tepat dan dukungan semua pihak kami bisa wujudkan generasi emas Papua yang berdaya saing," katanya.
Dia menambahkan pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan program MBG di Kabupaten Tolikara dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal.
"Mari membangun generasi Papua yang sehat dari rumah, dari kampung, dari pangan lokal, dan dari budaya kita sendiri," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
