
Pemprov Papeg optimalkan generasi muda di delapan kabupaten geluti ekraf

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) setempat mengoptimalkan potensi generasi muda di delapan kabupaten menggeluti atau menyeriusi sektor ekonomi kreatif.
Kepala Disporaparekraf Papua Pegunungan Timotius Matuan di Wamena, Minggu mengatakan, sesuai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan John Tabo-Ones Pahabol ekraf harus digalakkan di delapan kabupaten dalam membantu meningkatkan perekonomian daerah.
“Bapak gubernur dan wakil gubernur sangat serius terhadap ekraf, maka pemuda-pemudi di delapan kabupaten harus mampu mengelola potensi daerahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai sehingga memperoleh penghasilan,” katanya.
Menurut dia, ekraf sangat penting dalam meningkatkan perekonomian melalui berbagai potensi yang ada di delapan kabupaten.
“Adik-adik delapan kabupaten yang memiliki kemampuan di bidang ukiran, merajut noken, pengolahan berkelanjutan kopi maka terus dikembangkan. Kami sebagai organisasi perangkat daerah atau OPD teknis akan membantu dalam sisi pelatihan maupun anggaran,” ujarnya.
Dia menjelaskan, untuk meningkatkan ekraf di delapan kabupaten pihaknya bekerja sama dengan OPD teknis di setiap daerah untuk sama-sama memberdayakan masyarakat dalam sektor ekraf.
“Kami terus membangun komunikasi dengan OPD teknis delapan kabupaten untuk program ekraf ini dapat menyentuh masyarakat asli Papua. Dengan tujuannya utamanya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya dalam mendorong pelaku ekraf delapan kabupaten dengan pemberian modal usaha kurang lebih per kelompoknya Rp50 juta.
“Ekraf yang didorong seperti kopi, madu, pembuatan noken, batik bagi kelompok binaan. Nanti kami lihat, apakah kelompok binaan itu terus meningkatkan usahanya atau tidak, kalau tidak maka bantuan akan dialihkan pada tahun berikutnya ke pelaku lainnya,” ujarnya.
Dia menyebut tahun ini anggaran yang pihaknya siapkan untuk membantu pelaku ekraf delapan kabupaten kurang lebih Rp3 miliar.
“Pelaku binaan ekraf di Jayawijaya yang teratur atau jelas keberadaan nya sekitar puluhan, sementara tujuh kabupaten lain kurang terkontrol baik. Maka ke depan evaluasi dan monitoring akan dilakukan supaya pelaku ekraf delapan kabupaten ini terakomodir baik,” katanya.
Ke depan, kata dia, akan berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs Papua Pegunungan.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
