
Dinkes Papua Pegunungan ajak lintas OPD kolaborasi tangani stunting

Wamena (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Dinkes P2KB Papua Pegunungan mendorong penanganan stunting atau pertumbuhan lambat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di provinsi itu.
Hal ini menyusul prevalensi stunting di Papua Pegunungan hingga saat ini masih berada pada angka 37,5 persen.
Kepala Dinkes P2KB Papua Pegunungan Isak Yikwa di Wamena, Sabtu mengatakan penanganan stunting harus dilakukan secara paripurna, artinya dilakukan secara bersama-sama.
“Kami dinas kesehatan hanya sebagai tim teknis, tetapi peran lintas OPD sangat dibutuhkan dalam menekan angka prevalensi stunting di wilayah Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, berbicara mengenai stunting maka berbicara mengenai asupan gizi yang harus dikonsumsi bayi di bawah lima tahun atau balita, tetapi juga ibu menyusui maupun ibu hamil.
“Asupan gizi ini diperoleh dari makanan sehingga OPD teknis seperti pertanian, perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) harus bersama-sama merumuskan hal ini supaya menjadi program utama dalam pengendalian stunting,” ujarnya.
Dia menjelaskan tercatat hingga saat ini prevalensi stunting masih tertinggi di wilayah Papua Pegunungan yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Nduga.
“Oleh karena itu penanganan stunting lintas sektor sangat dibutuhkan supaya anak-anak kita di delapan kabupaten terkhususnya Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Nduga benar-benar memperoleh asupan gizi yang cukup dalam pemenuhan makanannya,” katanya.
Dia menambahkan masa depan generasi Indonesia khususnya di Papua Pegunungan sangat penting yang dimulai dari perencanaan kehamilan hingga bayi itu lahir.
“Anak yang sehat itu orang tuanya harus merencanakan sebelum kehamilan, diberikan asupan gizi yang cukup bagi ibu sewaktu hamil hingga anak lahir ke dunia. Setelah lahir, asupan protein dan kandungan gizi lain harus diperhatikan sehingga balita itu tumbuh menjadi anak yang sehat yang dibuktikan dengan berat dan tinggi badan yang seimbang,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
