Logo Header Antaranews Papua

Kementan dan Kemendagri kolaborasi gelar GPM di Wamena Papua Pegunungan

Senin, 1 September 2025 16:34 WIB
Image Print
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere saat meninjau gerakan pangan murah beras SPHP yang digelar oleh Kementan RI dan Kemendagri RI melalui Kantor Cabang Perum Bulog Wamena. ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya.
Karena sangat membantu masyarakat

Wamena (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kantor Cabang Perum Bulog Wamena menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) beras di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Wakil Bupati (Wabup) Jayawijaya Ronny Elopere dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin, memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementan dan Kemendagri yang telah memprogram GPM Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Kami selaku pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Kementan dan Kemendagri yang telah menggelar kegiatan ini karena sangat membantu masyarakat di Kabupaten Jayawijaya," katanya.

Menurut dia, dengan kegiatan ini tentu sangat membantu masyarakat di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya.

"Kami sadari masyarakat kami sangat membutuhkan sekali beras, gula, minyak goreng, serta kopi dan teh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi dalam kegiatan ini Beras SPHP dijual Rp12.000 per kilogram dalam karung 5 kilogram," ujarnya.

Harga beras medium dan premium di berbagai pasar tradisional, kios, maupun swalayan di Kota Wamena berkisar Rp24.000 hingga RpRp27.000 per kilogram.

Dia menjelaskan GPM yang dilakukan saat ini menjadi instrumen utama dalam pengendalian inflasi di Papua Pegunungan secara umum.

"Gerakan pangan murah, operasi pasar, merupakan upaya yang pemerintah daerah lakukan untuk mengendalikan inflasi year to year (y-to-y). Pada inflasi Juni kami berhasil menurunkan hingga 2,01 persen, kemudian naik lagi pada Juni menjadi 4,15 persen, semoga bulan ini turun lagi," katanya.

Dia menambahkan GPM tidak hanya dilakukan di Distrik Wamena Kota, tetapi akan dilakukan di empat distrik lainnya seperti Napua, Wesaput, Hubikiak, dan Woma.

"Ke depan saya sudah minta kepada Bulog untuk kegiatan seperti ini supaya dilakukan di daerah pinggiran Jayawijaya, seperti Bolakme, Kurulu, Pelebaga, Asotipo, Asolokobal dan Walelagama yang dipusatkan di satu titik," ujarnya.

Dia berharap pelayanan GPM bisa merata bagi seluruh masyarakat di 40 distrik, baik yang wilayahnya dapat terjangkau maupun yang sudah terjangkau.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026