
Pemkab Jayapura anggarkan Rp100 miliar beasiswa pendidikan dalam negeri

Agar anak bisa sekolah mencapai cita-cita
Sentani (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mulai tahun depan menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar khusus untuk beasiswa pendidikan dalam negeri.
"Kebijakan ini diambil untuk memastikan anak-anak di daerah ini memiliki akses pendidikan yang lebih merata," ujar Bupati Jayapura Yunus Wonda usai rapat koordinasi dan evaluasi kampung dan kelurahan se-Kabupaten Jayapura di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura di Sentani, Senin.
Ia mengatakan beasiswa tersebut akan menjadi prioritas melalui penggunaan dana otonomi khusus (otsus).
"Terkait dana otsus harus kita pahami otsus hadir di Papua dengan harga yang cukup mahal. Karena itu, pengelolaannya harus mengikuti ketentuan undang-undang yang jelas," katanya.
Menurut Yunus, dia lebih konsisten mengarahkan dana otsus untuk bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menilai sudah saatnya anak-anak Papua khususnya Kabupaten Jayapura memperoleh hak beasiswa yang layak.
"Kalau kita lihat selama ini hampir 20 tahun lebih banyak anak-anak yang akhirnya dibiayai oleh orang tua secara pribadi, padahal beasiswa itu hak mereka," ujarnya.
Dia menjelaskan, Pemkab Jayapura akan menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah universitas di Papua, termasuk Uncen, Yapis, dan USTJ. Selain itu, kerja sama juga akan dilakukan dengan kampus di luar Papua seperti UGM.
"Dua tahun ke depan kita tidak membuka beasiswa luar negeri. Kita akan fokus dulu dalam negeri, benahi sistem dan kebutuhan anak-anak, baru nanti dibicarakan lagi program ke luar negeri," katanya lagi.
Ia memastikan dana beasiswa sebesar Rp100 miliar akan dialokasikan setiap tahun selama lima tahun. Dana itu mencakup biaya pendidikan mahasiswa yang kuliah di Papua maupun di Pulau Jawa.
"Sekali lagi, untuk tahun depan beasiswa akan aman. Anak-anak baik di Papua maupun di luar Papua akan kita fasilitasi agar bisa sekolah dengan baik mencapai mimpi dan cita-cita mereka," ujarnya lagi.
Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
