
Kapolresta Jayapura: Mahasiswa tak "long march" dan jaga keamanan

Penyampaian aspirasi ikuti aturan
Jayapura (ANTARA) - Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Maclarimboen meminta mahasiswa yang tergabung dalam "solidaritas mahasiswa Papua" tidak melakukan long march agar situasi keamanan tetap terjaga.
Selain itu mereka juga diharapkan tidak memprovokasi dan tetap menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
"Masyarakat diminta tetap beraktivitas seperti biasa, karena TNI-Polri hadir untuk berikan layanan keamanan dan kenyamanan bagi warga di Kota Jayapura,” kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Maclarimboen di Abepura, Selasa.
Dikatakan, hingga saat ini secara keseluruhan situasi keamanan di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota terutama di kawasan Abepura yang menjadi pusat aksi demo relatif aman.
Sebanyak 700 personel TNI- Polri saat ini siap mengawal jalannya aksi unjuk rasa dan juga telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan.
“Polresta Jayapura Kota bersama TNI dan dibackup Polda Papua dan Brimob Polda Papua sudah menurunkan personel untuk mengawal jalannya aksi demo," kata Kombes Fredrickus .
Ditambahkan, Polri tetap memberikan ruang demokrasi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya, namun tetap dengan cara yang tertib dan sesuai aturan.
Aparat keamanan hadir bukan untuk membatasi, melainkan memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
"Polri bersama TNI tetap memberikan pelayanan kepada semua elemen masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi namun harus mengikuti aturan yang berlaku dengan tidak mengganggu ketertiban umum apalagi sampai anarkis, karena SOP akan dilakukan dengan diawali melalui komunikasi hingga tindakan tegas terukur bila diperlukan," tegas Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Maclarimboen.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
