Logo Header Antaranews Papua

Disbunak Jayapura tetapkan Gresi Selatan pusat kebun kopi-kakao

Jumat, 5 September 2025 21:12 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura Terry Ayomi saat mendampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua menyerahkan bantuan bibit ternak babi, di Kampung Ayapo pada Jumat (5/9/2025). ANTARA/Agustina Estevani Janggo

Sentani (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menyatakan wilayah Gresi Selatan di kabupaten ini dikembangkan sebagai pusat pembudidaya komoditas kopi dan kakao.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura Terry Ayomi, usai mendampingi penyerahan bibit ternak babi, di Kampung Ayapo, Jumat, mengatakan Gresi Selatan memiliki lahan subur dengan potensi besar untuk budi daya kopi dan kakao.

"Wilayah ini dipilih setelah melalui kajian teknis dan evaluasi produktivitas perkebunan masyarakat, penerapan wilayah ini juga untuk mendorong perluasan pemasaran Komoditas unggulan daerah," katanya lagi.

Menurut Terry, pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pengembangan kopi dan kakao melalui bantuan bibit unggul, pendampingan teknis, serta penyediaan sarana produksi.

"Gresi Selatan sudah lama dikenal sebagai sentra kopi rakyat, melalui dukungan pemerintah diharapkan akan lebih terarah dan memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Dia menjelaskan, program pengembangan kopi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup kualitas pascapanen, pihaknya menyiapkan pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pemasaran agar kopi Jayapura mampu bersaing di pasar lebih luas.

"Kami mendorong petani untuk menjaga standar mutu sejak proses budi daya hingga pascapanen, kopi Jayapura harus punya nilai tambah dan ciri khas yang bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional," katanya lagi.

Dia menambahkan, pemerintah daerah juga menjalin kemitraan dengan koperasi dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai pasok, dengan cara itu petani dapat memperoleh harga yang lebih baik serta akses pemasaran yang lebih berkelanjutan.

"Kolaborasi dengan koperasi dan mitra usaha menjadi kunci keberhasilan, petani tidak boleh bekerja sendiri, mereka harus terhubung dengan pasar agar hasil panen benar-benar memberikan kesejahteraan," ujarnya pula.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026