Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Jayapura petakan potensi investasi berbasis wilayah adat

Rabu, 10 September 2025 10:36 WIB
Image Print
DPMPTSP Kabupaten Jayapura mempresentasikan peta potensi investasi Kabupaten Jayapura khusus orang asli Papua, di ruang kerja Kepala DPMPTSP pada Selasa 9/9/2024.(ANTARA/Agustina Estevani Janggo (ANTARA/Agustina Estevani Janggo)

Sentani (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua, memetakan potensi investasi sebagai dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan yang berbasis wilayah adat.

Plt Sekda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri saat diwawancarai awak media usai mengikuti presentasi penyusunan peta potensi investasi Kabupaten Jayapura di Sentani, Selasa (9/9), mengatakan pembagian wilayah adat memudahkan inventarisir data dan menjadi rujukan dalam menyusun kebijakan strategi daerah.

"Data yang akurat dari peta potensi investasi akan bermanfaat besar dalam perencanaan pembangunan jangka menengah, program strategis, hingga kegiatan tahunan pemerintah daerah," katanya.

Menurut Basri, pembangunan dengan pendekatan wilayah adat bertujuan mendukung pembinaan orang asli Papua (OAP), agar mereka berdaya dalam pembangunan daerah.

"Pendekatan ini bukan hanya soal data, tetapi juga memberdayakan OAP agar mereka menjadi bagian utama dari proses pembangunan di Kabupaten Jayapura," ujar dia.

Data potensi investasi akan menjadi rekomendasi program dan kegiatan bagi organisasi perangkat daerah, sehingga kebijakan daerah lebih tepat sasaran, katanya, menjelaskan.

"Dengan basis data ini, setiap OPD (organisasi perangkat daerah) bisa menyusun rencana kerja yang terarah, baik dalam bidang pendidikan, pembangunan melalui penyediaan fasilitas publik," katanya.

Peta potensi juga akan menjadi acuan dalam forum-forum pembangunan, termasuk perencanaan jangka lima tahun ke depan, katanya menambahkan.

"Manfaatnya jangka panjang karena peta ini menjadi pegangan bersama untuk memastikan pembangun berkelanjutan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026