
Pemkab Nduga tetapkan lokasi pembangunan 220 rumah bantuan Presiden Prabowo

Wamena (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga, Papua Pegunungan telah menetapkan lokasi pembangunan 220 unit rumah bantuan Presiden RI Prabowo Subianto.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga Yoas Beon di Wamena, Minggu mengatakan titik pembangunan 220 unit rumah bantuan Presiden RI Prabowo Subianto telah ditentukan sehingga mempermudah pemerintah pusat dalam mengkoordinasikan pembangunan tersebut.
“Kami sudah tentukan titik-titik mana yang akan dibangun 220 unit rumah layak tinggal, namun kami belum mengumumkan siapa-siapa yang mendapatnya. Kami tunggu hingga pembangunan sudah mau dilaksanakan baru kami umumkan untuk meminimalisir masalah di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut dia, dari 2.200 unit rumah yang diberikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga memperoleh 220 unit rumah.
“Setelah kami rapat dengan pak gubernur maka pembagian kami mendapatkan 220 unit rumah, di antaranya 200 unit rumah untuk masyarakat dan 20 unit rumah untuk kepala suku atau tokoh adat,” ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya telah memutuskan dari 220 unit rumah, 100 di antaranya akan dibangun di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
“Kami memberikan alokasi 100 unit rumah untuk dibangun di Wamena karena banyak pengungsi dari Kabupaten Nduga yang berada di sini. Kami mau mereka juga mendapatkan tempat tinggal yang layak,” katanya.
Dia memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di wilayah Kabupaten Nduga saat ini sangat kondusif sehingga program nasional pembangunan 220 unit rumah akan berjalan baik.
“Kami jamin situasi kamtibmas aman dan damai dan pembangunan 220 unit rumah bantuan presiden pasti dapat berjalan dengan baik dan lancar di Kabupaten Nduga,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
