Logo Header Antaranews Papua

MRP minta masyarakat tak terpengaruh isu ganggu keamanan

Sabtu, 20 September 2025 02:44 WIB
Image Print
Ketua Majelis Rakyat Papua Nerlince Wamuar. (ANTARA/Evarukdijati)

Jayapura (ANTARA) - Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Nerlince Wamuar meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang dapat menganggu keamanan di Papua, seusai putusan Mahkamah Konstitusi.

"Mari kita bersama-sama menjaga agar Papua tetap aman sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan normal," kata Ketua MRP Nerlince Wamuar di Jayapura, Jumat.

Dikatakan, masyarakat juga diharapkan menerima putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil pemungutan suara ulang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua.

Bagi yang tidak menerima putusan tersebut diharapkan legowo dan tetap memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Anggap saja ini sukses yang tertunda dan tetap menjaga hati dengan damai," harap Nerlince Wamuar yang didampingi Ketua Pokja Perempuan Natalia Wona dan Ketua Pokja Adat Raymond May.

Nerlince mengatakan, MRP sebagai lembaga representasi kultural orang asli Papua (OAP)

sudah melakukan tugasnya sesuai UU Otsus yaitu melakukan verifikasi faktual terhadap kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Hasil verifikasi terhadap kedua paslon itu dipastikan bila mereka adalah "orang asli Papua (OAP)" sesuai UU Otsus.

MRP sudah melakukan verifikasi faktual terhadap para calon dengan mendatangi kampung halamannya sehingga tidak dipungkiri bila mereka OAP," tegas Ketua MRP Nerlince Wamuar.

MK dalam sidang Rabu (17/9) menolak gugatan atas hasil PSU yang diajukan pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma.

KPU Papua, Sabtu (20/9) melaksanakan rapat pleno penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Papua terpilih yakni pasangan Mathias Fakhiri-Aryoko Rumaropen.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026