Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak, Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) prioritaskan menggunakan dana otonomi khusus (Otsus) untuk meningkatkan kompetensi keterampilan pelaku usaha orang asli Papua (OAP) supaya lebih maju dan mandiri.
"Tahun ini Disperindag mengelola dana Otsus Papua untuk mendukung kegiatan pasar murah serta pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha OAP," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Numfor Yubelius Usior, Sabtu.
Ia mengakui, dukungan dana Otsus Papua sangat menunjang kegiatan program pemberdayaan ekonomi pelaku usaha OAP.
Usior berharap, melalui penyediaan dana Otsus Papua diharapkan bermanfaat bagi program peningkatan pemberdayaan ekonomi warga lokal OAP.
Ia mendorong potensi sumber daya alam dimiliki Biak Numfor dapat mengangkat perekonomian pelaku usaha OAP.
"Tugas pemerintah daerah membantu membekali kemampuan keterampilan dan pelatihan bagi pelaku usaha OAP untuk dapat mengolah hasil alam mendatangkan pendapatan keluarga," katanya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gunadi mengatakan, pihak Pemkab Biak Numfor telah merealisasikan serapan penyaluran dana Otsus tahap pertama sebesar Rp54,8 miliar atau 30 persen dari pagu keseluruhan Rp183,1 miliar.
"Termasuk untuk OPD Disperindag sudah gunakan pembagian dana Otsus 2025, ya untuk besarannya sangat bervariasi sesuai dengan berbagai program dan kegiatan yang ditetapkan," ujarnya
Berdasarkan data program dana otsus prioritas bidang kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi bagi orang asli Papua, pembangunan sarana prasarana infrastruktur dasar serta penguatan kapasitas ketrampilan pelatihan.

