
Polda Papua siagakan 317 personel operasi "Sikat Cartenz II"

Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Daerah Papua saat ini menyiagakan 317 personel dalam pelaksanaan operasi "Sikat Cartenz II" untuk menekan angka kejahatan jalanan, khususnya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih tinggi di wilayah Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito di Jayapura, Selasa, mengatakan kasus 3C (curat, curas, curanmor) mendominasi tindak kriminal di Papua, terutama di wilayah Polresta Jayapura Kota, Polres Keerom, Biak Numfor, Merauke, Jayawijaya, dan Polres Jayapura.
Menurut dia, angka pengungkapan kasus masih rendah sehingga diperlukan strategi Polri untuk menekan, mencegah, serta menindak kejahatan konvensional, khususnya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang marak terjadi hingga meresahkan masyarakat di Papua.
Berdasarkan data kriminalitas, dia menyebut kasus curanmor mendominasi dengan tingkat pengungkapan yang masih rendah, sementara tren kasus begal juga mengalami peningkatan signifikan sehingga menimbulkan keresahan publik.
Oleh karena itu, kata dia, pelaksanaan "Operasi Sikat Cartenz II – 2025 yang akan berlangsung selama 30 hari mulai 1 - 30 Oktober 2025 untuk menurunkan angka kejahatan 3C itu dengan target minimal 15 persen, dan meningkatkan pengungkapan kasus 10 persen.
Selain itu, juga untuk memperkuat patroli serta razia di titik rawan, sekaligus membangun sinergi lintas fungsi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya operasi 'Sikat Cartenz II diharapkan dapat menekan angka kriminalitas 3C dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Cahyo Sukarnito.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
