Logo Header Antaranews Papua

Kaops DC akui tiga jenazah pendulang emas di Yahukimo belum dievakuasi

Rabu, 1 Oktober 2025 23:27 WIB
Image Print
Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Rahmadani. (ANTARA/Evarukdijati)
Pelaku penyerangan terhadap penambang KKB pimpinan Kopitua Heluka

Jayapura (ANTARA) - Kaops Satgas Damai Cartenz (DC) Brigjen Pol. Faizal Rahmadani mengakui hingga kini tim gabungan TNI-Polri masih kesulitan untuk mengevakuasi tiga jenazah pendulang emas yang dibunuh KKB disekitar Kali I, Kabupaten Yahukimo.

Memang benar hingga saat ini personel belum mengevakuasi jenazah tiga korban karena berbagai kendala di antaranya cuaca.

"Cuaca memang menjadi penghambat utama karena bila turun hujan susah menuju TKP, karena sungainya meluap," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Rahmadani di Jayapura, Rabu.

Dikatakan, faktor lain yang menghambat evakuasi jenazah korban pembunuhan adalah penyerangan dan penembakan yang dilakukan KKB.

Walaupun demikian, kami berupaya untuk dapat segera mengevakuasi jenazah yang berprofesi sebagai pendulang emas ilegal.

Kasus penyerangan yang dilakukan KKB terhadap pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, pertama terjadi di Bingki, Minggu (21/9) menewaskan dua orang dan tiga lainnya ditembak Senin (22/9) di sekitar kali I.

Dua jenazah di Bingki yaitu Desen Dominggus dan Marselinus Manek dievakuasi Jumat (26/9), sedangkan tiga jenazah yang belum adalah Roberto, Yunus dan Unu.

"Pelaku penyerangan terhadap para pendulang yaitu KKB pimpinan Kopitua Heluka," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Rahmadani.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kaops DC akui tiga jenazah pendulang di Yahukimo belum dievakuasi



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026