Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melibatkan warga perbatasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Distrik Bondifuar pada kegiatan keagamaan Natal gabungan pemerintah pada 6 Desember 2025.
"Warga Distrik Bondifuar perlu diberikan kesempatan bersama pemerintah untuk menjadi penyelenggara ibadah Natal gabungan pemerintah, DPRK dan TNI/Polri," ujar Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra dikutif Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Gunadi selaku Ketua Panitia Natal Gabungan Senin.
Apalagi dengan letak geografis Distrik Bondifuar yang memiliki potensi alam wisata yang alami merupakan wilayah perbatasan Biak dengan Kabupaten Supiori sehingga warganya bisa suka cita merayakan Natal bersama pemerintah.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah selaku Ketua Panitia Natal Daerah Gunadi mengatakan penunjukan Distrik Bondifuar sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan Natal gabungan pemerintah merupakan sesuatu kehormatan yang sangat spesial.
Dia mengatakan, di era kepemimpinan Bupati Markus Mansnembra dan Wakil Bupati Jimmy CR Kapissa sangat memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan Distrik Bondifuar dengan Kabupaten Supiori.
Gunadi meminta dukungan semua komponen masyarakat adat, tokoh perempuan, pemuda, pemuka agama, pimpinan organisasi perangkat daerah serta komandan satuan TNI/Polri untuk menyukseskan Natal gabungan pemerintah.
"Keputusan Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra menetapkan Distrik Bondifuar menjadi tempat pelaksanaan Natal bersama Pemkab Biak Numfor perlu dukungan semua warga," katanya.
Terkait kesiapan infrastruktur penunjang kegiatan keagamaan Natal pemerintah Distrik Bondifuar, menurut Gunadi, sesuai dengan petunjuk Bupati Markus menggunakan semua potensi bahan lokal.
"Wilayah Distrik Bondifuar merupakan daerah perbatasan Biak-Supiori yang warganya harus diberikan pembinaan rohani lewat kegiatan keagamaan Natal 2025," katanya.
Sementara untuk sarana perlengkapan kegiatan, menurut Gunadi, dimulai dari tempat duduk peserta ibadah, pondok wisata, hiasan pohon Natal serta konsumsi berasal dari pangan lokal.

