Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melatih ketrampilan membuat kerajinan suvenir bagi warga orang asli Papua (OAP) untuk meningkatkan pendapatan usaha ekonomi kreatif.
"Selama sembilan hari pelatihan sejak 23 Oktober hingga 1 November 2025 telah mendapat teori dan praktek menghasilkan beragam suvenir," ujar Plh Sekretaris Daerah Biak Numfor Semuel Rumaikeuw mewakili Bupati Markus Octovianus Mansnembra menutup pelatihan kerajinan suvenir bagi warga OAP, Sabtu.
Semuel mengatakan, dengan program pelatihan pembuatan suvenir sebagai wujud nyata komitmen meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal OAP .
Ia berharap dengan adanya pelatihan suvenir juga sangat berdampak untuk mengurangi angka pengangguran di Biak.
Ketrampilan berbasis wirausaha baru di bidang ekonomi kreatif. Suvenir, lanjut dia, supaya terus dikembangkan di tempat usaha.
"Implementasikan ilmu dan ketrampilan yang didapat dalam pelatihan suvenir di lingkungan tempat usaha, ya mulailah berkreasi dan berinovasi dengan tempurung kelapa," katanya.
Ia meminta warga asli Papua peserta pelatihan dapat memanfaatkan fasilitas sumber daya yang ada termasuk bermitra dengan dinas terkait.
Semuel juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran ASN Disnaker serta para narasumber pelatihan suvenir karena telah melatih kompetensi ketrampilan pelaku kewirausahaan.
Ia berharap, setelah dari pelatihan suvenir dapat menghasilkan karya yang inovatif dan dapat dijual kepada konsumen. Kepala Dinas Tenaga Kerja Djoni Domeng mengakui, pemberdayaan terhadap orang asli Papua lewat pelatihan suvenir sangat sesuai kebutuhan warga OAP di kampung.
"Apalagi potensi tempurung kelapa sangat melimpah di kampung sehingga dapat mendatangkan pendapatan keluarga pelaku kewirausahaan," katanya.
Perempuan OAP Linda Rumere berterima kasih dengan pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja karena telah membekali ketrampilan membuat suvenir.
"Kami banyak mendapat pengetahuan dan ketrampilan memproses kerajinan suvenir dari tempurung kelapa karena bisa menambah penghasilan keluarga," ujar Linda bersama kelompok kewirausahaan Kampung Bindusi Biak Timur.
Pelatihan ketrampilan suvenir berlangsung selama sembilan hari sejak 23 Oktober hingga 1 November 2025 ditutup Plh Sekda Semuel Rumaikeuw.

