Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 600 personel gabungan TNI, Polri, BPBD Papua, Basarnas Jayapura, dan RAPI mengikuti simulasi tanggap bencana dilaksanakan di Venue Dayung Holtekam, Jayapura pada Rabu.
Kegiatan yang dibuka Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin itu diawali dengan apel gelar pasukan dan pemeriksaan berbagai peralatan yang dimiliki Polda Papua untuk penanganan bencana, baik di darat maupun laut.
Kepala Biro Operasional Polda Papua Kombes Selamat Topan di Jayapura, Rabu, mengatakan simulasi itu antara lain tentang skenario koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat dimulai dari laporan masyarakat, pengerahan kapal penyelamat, hingga evakuasi korban oleh tim gabungan.
Sebanyak empat kapal penyelamat dari unsur Polair Polda Papua, TNI AL, Basarnas, dan BPBD dikerahkan dalam latihan yang berupaya mengevakuasi nelayan yang mengalami insiden di laut.
Dalam simulasi itu, digambarkan tentang 15 korban terdiri atas luka dan meninggal dunia yang seluruhnya berhasil dievakuasi sesuai prosedur SAR.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Papua Wisnu Raditya mengharapkan melalui simulasi penanganan bencana dapat melatih personel agar siap dalam menangani bencana.
Apalagi, katanya, wilayah Provinsi Papua rawan bencana alam yang disebabkan faktor cuaca.
"Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya kegiatan ini maka penanganan bencana alam dapat dilakukan semaksimal mungkin," kata dia.

