Wamena (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Papua Pegunungan memperkuat penanganan anak terlantar di daerah setempat untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Dinsos P3A Papua Pegunungan menggelar koordinasi, sinkronisasi, dan pembinaan pelaksanaan rehabilitasi sosial dasar anak terlantar diikuti 22 yayasan panti asuhan, panti asuhan dan rumah singgah se-Papua Pegunungan.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Pemberdayaan Jaminan Sosial Dinsos P3A Papua Pegunungan Ronald Yikwa di Wamena, Kamis, mengatakan penanganan anak-anak terlantar dimulai dari penguatan kapasitas wawasan pengelolaan yayasan panti asuhan dan rumah singgah di delapan kabupaten di daerah setempat.
“Makanya dalam kegiatan ini kami melibatkan 22 pengurus yayasan panti asuhan, panti asuhan, dan rumah singgah dari delapan kabupaten supaya mereka dapat mengetahui dan memahami cara penanganan anak-anak yang mereka tampung sehingga mereka memiliki masa depan yang baik,” katanya.
Dia menjelaskan anak atau generasi muda merupakan generasi bangsa yang perlu mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, baik jasmani, rohani, maupun sosial.
“Yang terjadi saat ini adalah masih terdapat anak-anak yang hidup dalam kondisi terlantar dan tidak mendapatkan pelayanan sosial yang memadai,” ujarnya.
Dinsos P3A memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi anak terlantar, baik di dalam maupun luar panti.
“Untuk menuju ke sana, kegiatan koordinasi, sinkronisasi dan pembinaan antar pemangku kepentingan sangat penting guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program rehabilitasi sosial dasar, memperkuat jejaring kerja serta memastikan pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” katanya.
Dia menjelaskan kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan dan program antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pengelola panti sosial.
Selain itu, meningkatkan kapasitas dan pemahaman petugas serta pengelola panti dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial dasar bagi anak terlantar.
“Inti kami ingin memperkuat koordinasi, sinergi dan komitmen antar-instansi dalam penyelenggaraan pelayanan sosial anak terlantar dan merumuskan rekomendasi strategi dan tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial di panti,” ujarnya.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Gubernur Papua Pegunungan Aron Wanimbo membuka kegiatan koordinasi, sinkronisasi, dan pembinaan pelaksanaan rehabilitasi sosial dasar anak terlantar pada Kamis di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

