Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua melibatkan 30 pelaku UMKM lokal pada kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang akan digelar pada 13 November 2025 di halaman Kantor Gubernur Papua.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Faturahman di Jayapura, Jumat, mengatakan pada kegiatan bertema “Jaga Pangan, Jaga Papua” yang menjadi langkah kolaboratif BI bersama Pemerintah Provinsi Papua dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
"Partisipasi UMKM menjadi bagian penting dari pelaksanaan GNPIP tahun ini karena sektor tersebut berperan besar dalam memperkuat ketersediaan pangan di daerah," katanya.
Menurut Faturahma, fokus GNPIP Papua kali ini tetap pada tiga komoditas utama penyumbang inflasi, yakni beras, cabai dan bawang.
Kegiatan GNPIP akan diisi pasar pangan murah yang menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, BI Papua juga memfasilitasi kerja sama antar daerah (KAD) antara Provinsi Papua dan Papua Pegunungan guna menekan laju inflasi, khususnya di wilayah pegunungan seperti Wamena, katanya, menjelaskan.
“Melalui kerja sama antar daerah ini, kami berharap inflasi di Papua Pegunungan bisa terkendali, terutama untuk komoditas beras,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan GNPIP tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BI dalam pengendalian inflasi pangan yang telah berjalan sejak awal tahun.
"Hingga kini kami Papua telah melaksanakan lebih dari 400 kegiatan Gerakan Pangan Murah di seluruh wilayah kerja. Selain pengendalian harga BI Papua juga terus memperkuat dukungan kepada petani melalui pelatihan, bantuan sarana produksi, serta pemanfaatan teknologi pertanian digital seperti sensor tanah dan cuaca untuk meningkatkan produktivitas," ujar dia.

