Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua harap ALBN RI-PNG operasi mulai pada akhir November

Senin, 10 November 2025 23:45 WIB
Image Print
Suasana pertemuan pejabat perbatasan daerah Border Liaison Officers Meeting (BLOM) Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG) ke-28 bertempat di Wewak, Provinsi East Sepik, PNG, Senin (3/11) (ANTARA/HO- Pemprov Papua)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua berharap Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN)) antara Kota Jayapura (Indonesia) dan Vanimo (Papua Nugini/PNG) dapat mulai beroperasi pada akhir November sehingga menjadi hadiah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi masyarakat perbatasan RI-PNG.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Senin, mengatakan pembahasan mengenai pelaksanaan angkutan lintas batas menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Border Liaison Meeting (BLOM) yang digelar di Jayapura, Sabtu (8/11).

"Pada pertemuan di BLOM kami membahas tindak lanjut kesepakatan teknis antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Transportasi Papua Nugini, terutama terkait aspek perizinan, keamanan dan asuransi kendaraan lintas negara," katanya.

Menurut Suzana, dari hasil pertemuan tersebut kedua negara sepakat agar tim teknis segera melakukan pertemuan lanjutan guna menyelesaikan seluruh dokumen pendukung operasional transportasi tersebut.

"Kerja sama lintas batas tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan dan saling percaya antara Indonesia dan Papua Nugini," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya berharap seluruh rekomendasi hasil BLOM dapat segera direalisasikan agar masyarakat di perbatasan benar-benar merasakan manfaat dari peningkatan konektivitas antarnegara.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Ari Sapari Sumule mengatakan untuk teknis dari pihaknya sudah sangat siap mulai dari sarana, prasarana serta SDM.

"Kami sangat mendukung adanya ALBN untuk itu berbagai kesiapan telah dilakukan di mana pada sopir telah dibekali pengetahuan tentang negara tetangga," katanya.

Menurut Ari, selain itu, sopir ALBN juga telah dilengkapi surat-surat seperti SIM serta visa karena ini merupakan lintas negara.

"Dan untuk rute sendiri direncanakan dari Terminal Jayapura langsung ke Vanimo di mana tarifnya di perkirakan sebesar Rp250 ribu sekali jalan," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026