Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan Tim Pusat Studi Teknik Sipil Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, berkolaborasi menyusun masterplan drainase Wamena, Kabupaten Jayawijaya guna mencegah banjir di daerah ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayawijaya Markus W Kenelak di Wamena, Kamis, mengatakan kerja sama dengan Tim Pusat Studi Teknik Sipil Uncen Jayapura baru pertama dilakukan untuk membantu pemerintah daerah dalam merumuskan program pencegahan banjir melalui tata kelola drainase yang baik.
“Setiap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam jangka waktu lama pasti Kota Wamena mengalami kebanjiran. Untuk itu, kami bekerja sama dengan teman-teman Uncen untuk membantu mencari solusi perbaikan drainase yang baik sehingga ke depan daerah ini tidak lagi mengalami kebanjiran,” katanya usai menutup seminar laporan pendahuluan penyusunan masterplan drainase Kota Wamena.
Menurut Markus, banjir yang dialami Kota Wamena selama ini selalu menimbulkan persoalan sosial lain, di antaranya pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat asli Kabupaten Jayawijaya yang merasa kinerja pemerintah daerah belum optimal dalam penanganan banjir.
“Situasi inilah yang mendorong kami untuk segera merancang masterplan drainase yang berkualitas sehingga ke depan persoalan-persoalan sosial seperti pemalangan jalan umum dan fasilitas umum lain ketika banjir tidak lagi terjadi karena penataan ruang kota semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pusat Studi Teknik Sipil Uncen Jayapura Mujiati menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Jayawijaya yang telah bekerja sama dalam menata Kota Wamena sehingga lebih baik ke depan melalui perencanaan drainase yang optimal sesuai dengan kondisi terkini daerah ini.
“Masterplan adalah rencana induk yang disusun lebih awal dalam penataan Kota Wamena lebih baik dalam menata drainase, permukiman yang baik harus di mana, persawahan (lokasi) pertanian masyarakat jangan sampai hilang karena adanya permukiman baru yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi daerah tersebut atau daerah resapan air maka perlu kajian ilmiah yang mendalam,” katanya.
Dia menjelaskan masterplan sebagai panduan, sebagai arah dalam melangkah untuk menyusun sebuah program perencanaan tata kota yang baik dan modern.
“Tujuan utama dalam masterplan yang akan kami susun bersama organisasi perangkat daerah atau OPD teknis lain seperti Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR di Kabupaten Jayawijaya supaya mencegah terjadinya banjir di daerah ini. Wamena posisinya di gunung tetapi terjadi banjir, ternyata penataan ruang khususnya drainase tidak sesuai dengan kondisi daerah ini,” ujarnya.

