Jayapura (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga Oktober 2025 telah melampaui target yang dibebankannya sebesar Rp4,10 miliar dengan mampu mencapai PNBP senilai Rp 4,62 miliar atau 113 persen dari target.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura, Samuel Yabes, di Jayapura, Senin mengatakan capaian tersebut berasal dari optimalisasi layanan digital, percepatan proses perizinan, hingga penataan operasional pelabuhan yang semakin efisien.
"PNBP itu berasal dari beberapa sektor utama pendapatan jasa kepelabuhanan, yakni jasa navigasi, perkapalan dan kepelautan, konsesi bidang transportasi, serta pendapatan jasa transportasi lainnya," katanya.
Menurut Samuel, selain itu realisasi PNBP juga didorong oleh bertambahnya kunjungan kapal asing yakni dari Prancis dan Belanda yang sandar di Pelabuhan Jayapura.
"Kami optimistis hingga akhir tahun, nanti PNBP KSOP Jayapura bakal menembus Rp6 miliar," ujarnya.
Dia menjelaskan capaian tersebut, KSOP Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara, khususnya pada sektor transportasi laut.
“Kami berharap pengguna jasa dapat tertib membayar jasa-jasa kepelabuhanan karena pelayanan yang diberikan dilakukan secara cepat sehingga berdampak pada kinerja pelabuhan, dan PNBP ini juga bisa meningkat," katanya.
Dia menambahkan KSOP juga memperkuat kerja sama dengan pihak otoritas pelayaran dan bea cukai untuk memastikan seluruh kapal asing yang beroperasi memenuhi ketentuan keselamatan, keamanan, dan kelayakan berlayar.

