Wamena (ANTARA) - Gubernur Papua Pegunungan John Tabo merayakan Hari Raya Galungan bersama umat Hindu di Kabupaten Jayawijaya guna memperkuat keutuhan umat beragama di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami dari Pemprov Papua Pegunungan ada pak sekretaris daerah (sekda) dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparatur sipil negara (ASN) datang ke tempat persembahyangan umat Hindu dan merayakan Hari Raya Galungan bersama-sama sebagai bentuk menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama,” katanya di Wamena, Rabu.
Menurut dia, kehadirannya bersama jajaran di Pemprov Papua Pegunungan untuk menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembangunan di daerah ini dengan tiga fondasi utama yakni pemerintah, agama, dan adat.
“Dalam perencanaan atau visi misi pemerintahan lima tahun ke depan dengan tiga pilar utama yakni pemerintah, agama, dan adat, maka kami hadir bersama-sama umat Hindu dalam merayakan Hari Raya Galungan,” ujarnya.
Dia menjelaskan dalam memperkuat kerukunan umat beragama dan toleransi dalam mewujudkan tiga pilar pembangunan maka pihaknya mendorong peningkatan tempat peribadatan.
“Kehadiran kami di Pura Tirta Wijaya dalam rangka merayakan Hari Raya Galungan bersama umat Hindu juga menyerahkan sedikit bantuan uang Rp500 juta untuk peningkatan tempat ibadah di sini. Bantuan semacam ini juga kami berikan bagi umat agama lain yang ada di Papua Pegunungan,” katanya.
Dia menambahkan, umat Hindu di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya jangan merasa minoritas dibanding umat beragama lain karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki dasar Ketuhanan Yang Maha Esa tertuang dalam Sila Pertama Pancasila.
“Kami semua harus mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pemerintah pusat memberikan daerah otonomi baru (DOB), dan rakyat memilih saya sebagai gubernur sehingga dalam kepemimpinan agama, suku, kelompok itu sama. Kita sama-sama ciptaan Tuhan, memiliki darah merah, tulang putih, dan marilah kita sama-sama bangun negeri ini supaya masyarakatnya hidup sejahtera,” ujarnya.
Dia menegaskan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk dapat memberikan keadilan, melindungi seluruh umat beragama yang berada di delapan kabupaten Papua Pegunungan.
“Perlindungan kepada umat beragama telah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sehingga kami sebagai pemerintah daerah tinggal mengikuti dan menerapkannya. Mari kita sama-sama menjaga kerukunan umat beragama di Papua Pegunungan ini sehingga semua dapat hidup dan tinggal dengan nyaman,” katanya.
Gubernur Papua Pegunungan dan jajarannya merayakan Hari Raya Gulungan bersama umat Hindu di Pura Tirta Wijaya Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

