Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) menggunakan pendekatan budaya dalam percepatan pembangunan di delapan kabupaten di provinsi ini.
“Pembangunan yang dilaksanakan di Papua Pegunungan harus menggunakan pendekatan budaya sehingga pembangunan yang ingin dicapai dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan (Papeg) Ones Pahabol di Wamena, Minggu.
Menurut dia, pendekatan budaya sejalan dengan visi misi yang telah dibangun dalam pemerintahan ini, di mana tiga hal besar yang menjadi dasar pembangunan lima tahun ke depan, yakni pemerintah, adat, dan agama.
“Sisi sosial budaya harus diterapkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam menjalankan setiap program dan kegiatan di delapan kabupaten supaya dapat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan masyarakat Papua Pegunungan di delapan kabupaten masih memegang teguh adat istiadat, sosial budaya, dan agama.
“Sejak awal kami telah menyampaikan untuk setiap pembangunan harus melibatkan masyarakat adat dan tokoh-tokoh agama dari seluruh denominasi gereja di Papua Pegunungan supaya capaian pembangunan dapat terealisasi dengan optimal,” katanya.
Dia menambahkan, adat dan gereja mempunyai kedudukan yang sangat penting di tengah-tengah masyarakat Papua Pegunungan meliputi Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Lanny Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Mamberamo Tengah, dan Yalimo.
“Kami berharap dengan landasan pembangunan tiga tungku, yakni pemerintah, adat, dan budaya, maka percepatan pembangunan baik infrastruktur, sosial, ekonomi, pendidikan maupun kesehatan di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Papua Pegunungan terwujud sehingga kesejahteraan masyarakat tercapai,” ujarnya.

