Jayapura (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Jayapura terus mengoptimalkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan layanan direct call ekspor khususnya guna meningkatkan arus logistik dan memperkuat daya saing komoditas Papua di pasar global.
Kepala KSOP Jayapura Abdul Nasir di Jayapura, Rabu, mengatakan bahwa kesiapan pelabuhan menjadi faktor kunci dalam mendukung kelancaran kegiatan ekspor, terutama untuk memenuhi syarat minimal muatan 150 kontainer agar kapal dapat berlayar langsung menuju negara tujuan.
"Peluang direct call sudah terbuka melalui ekspor kayu olahan sehingga diperlukan kontribusi komoditas lain," katanya.
Menurut Abdul, seperti perikanan dan pertanian sehingga menjaga konsistensi muatan yang dapat menopang keberlanjutan rute pengiriman tersebut.
"Oleh sebab itu koordinasi intensif dengan operator pelabuhan, agen pelayaran, dan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan seluruh proses pelayanan berlangsung terpadu dan bebas dari hambatan teknis maupun administratif," ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam operasional KSOP Jayapura juga terus memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan kapal sebagai bagian dari standar pelayanan kepelabuhanan yang wajib dipenuhi sebelum kapal melakukan kegiatan bongkar muat atau keberangkatan.
"Untuk itu peningkatan kualitas infrastruktur pelabuhan, termasuk akses jalan dan fasilitas pendukung, menjadi perhatian agar arus logistik berjalan efisien dan memudahkan mobilitas komoditas dari pelaku usaha," katanya.
Dia menambahkan bahwa optimalisasi pelayanan kepelabuhanan merupakan bentuk dukungan KSOP Jayapura terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar ekspor bagi produk unggulan Papua.
"Percepatan layanan juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan peluang pengiriman langsung tanpa transit," ujarnya.

