Sentani (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Jayapura, Provinsi Papua bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura memanen jagung secara serentak kuartal III di Kampung Nimbokrang, sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas wilayah melalui kolaborasi lintas sektor.
Kasat Binmas Polres Jayapura AKP Yonias Purwanto melalui rilis di Sentani, Minggu, mengatakan panen jagung ini melibatkan pemerintah distrik, babinsa, kepala kampung, tenaga kesehatan, kelompok tani, serta masyarakat yang bersama-sama mendorong penguatan pangan dan keamanan daerah.
"Proses penanaman hingga panen dilakukan terkoordinasi untuk memastikan manfaatnya dirasakan warga serta mendukung pembangunan keamanan masyarakat," katanya.
Menurut Yonias, Polres Jayapura tidak hanya mengawal keamanan kegiatan pertanian, tetapi juga ikut menghubungkan petani dengan pihak pembeli agar pemasaran hasil panen berjalan lebih mudah.
"Bulog siap membeli jagung pipil kering dengan harga Rp 6.400 per kilogram langsung di lokasi panen, hal ini sangat membantu masyarakat dalam pengembangan hasil pertanian," ujarnya.
Kepala Distrik Nimbokrang Sujono Effendi menjelaskan, pihaknya mendukung penuh terhadap penguatan pangan karena pertanian menjadi identitas masyarakat serta fondasi ekonomi yang perlu dijaga bersama secara berkelanjutan.
"Kami terus membantu bibit, obat-obatan, dan alat mesin pertanian agar produktivitas petani meningkat dan ketahanan pangan wilayah semakin kuat," katanya.
Dia menambahkan, seluruh peserta turun bersama ke lahan melakukan panen, hal ini menampilkan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam suasana akrab yang mendukung stabilitas sosial.
"Panen jagung serentak ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi Polres dan Pemkab Jayapura dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan yang memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat Nimbokrang," ujarnya.

