Jayapura (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua menyebut enam daerah di provinsi itu kategori waspada bencana hidrometeorologi sehingga memerlukan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah untuk antisipasi bencana.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Papua B Wisnu Raditya di Jayapura, Senin, mengatakan enam daerah tersebut, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Mamberamo Raya, Waropen, dan Sarmi.
"Potensi banjir di enam wilayah itu perlu diantisipasi secara serius mengingat kondisi cuaca dan kerentanan wilayah yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir," katanya.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dan membuat langkah antisipasi dengan seluruh BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pemantauan di wilayah masing-masing.
“Kami sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penyebab banjir dan langkah-langkah antisipasi. Serta kesiapan masyarakat, ” ujarnya.
Dia menjelaskan edukasi tersebut meliputi kesiapan peralatan, penyimpanan dokumen penting, serta imbauan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon di kawasan perbukitan.
"Kami banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia barat, seperti Tapanuli dan Sibolga, yang dipicu oleh perambahan hutan sehingga menjadi pelajaran penting bagi Papua," katanya.
Dengan kondisi cuaca tidak menentu saat ini, ia meminta masyarakat memahami risiko serta mematuhi arahan yang disampaikan pemerintah melalui kanal resmi.
“Terkait bencana hidrometeorologi, kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti petunjuk dari sumber-sumber yang dapat dipercaya,” ujarnya.

