Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat mendorong revitalisasi identitas kultur Hubula atau komunitas suku di Papua Pegunungan (Papeg).
Disbudpar Kabupaten Jayawijaya menggelar seminar kebudayaan dengan tema "Kembali ke akar untuk kesejahteraan berkelanjutan".
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuse di Wamena, Senin, mengatakan seminar ini langkah awal strategis dalam upaya bersama menggali, mendokumentasikan, dan melestarikan kekayaan seni dan budaya lokal, khususnya Hubula, di wilayah Papua Pegunungan.
“Keberagaman budaya daerah merupakan aset berharga dan identitas bangsa yang harus kita jaga kelestarian nya. Kami berharap dalam seminar ini dapat saling berdiskusi, bertukar pikiran dan menghasilkan pokok pikiran kebudayaan yang konkrit dalam menjaga identitas dan budaya Hubula,” katanya.
Dia mengharapkan hasil seminar tidak hanya menjadi bahan kajian, tetapi juga dapat diimplementasikan menjadi kebijakan atau program nyata yang mampu mendongkrak potensi daerah, misalnya melalui pariwisata atau ekonomi kreatif demi kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kepada generasi muda yang hadir agar dapat memanfaatkan momen ini untuk lebih mencintai dan memahami budaya tradisional sehingga nilai-nilai kearifan lokal tidak punah tergerus arus modernisasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan perkembangan digitalisasi, modernisasi menjadi tantangan dan peluang yang harus disadari oleh seluruh masyarakat adat Papua Pegunungan yang tidak boleh tergerus dengan kemajuan zaman tetapi harus dapat mempertahankan jati diri dan identitas adat istiadat.
“Pada Musyawarah Besar (Mubes) I Hubula telah disampaikan untuk menyiapkan identitas berupa satu Kampung Hubula di Wamena atau Kampung Wio sebagai tanda pengenal masyarakat adat di sini,” katanya.
Dia mengingatkan kepada masyarakat Hubula untuk terus menjaga nilai-nilai adat, budaya yang sakral yang telah diwariskan nenek moyang sejak zaman dulu.
“Masyarakat Hubula harus dapat menjaga warisan seperti barang-barang yang memiliki nilai sakral yang tidak boleh diberikan kepada orang lain serta warisan yang harus dilestarikan dalam menjaga identitas masyarakat Hubula di wilayah Papua Pegunungan,” ujarnya.

