Jayapura, Papua (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) memberikan sambungan listrik gratis bagi 45 keluarga di Kampung Moso, Distrik Muara Tami, daerah perbatasan RI-PNG, sebagai kado menjelang perayaan Natal 2025.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura Marthen Henderson di Jayapura, Selasa, mengatakan program bantuan listrik ini merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN untuk menghadirkan terang hingga ke pelosok negeri, khususnya di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Untuk itu melalui bantuan listrik gratis kami ingin memastikan bahwa warga yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan penerangan kini dapat menikmati akses listrik yang andal dan aman," katanya.
Menurut Marthen, program ini bukan sekadar program korporasi, namun aksi solidaritas dari para pegawai dalam upaya mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di kawasan 3T.
"Listrik adalah kebutuhan dasar maka melalui donasi sukarela pegawai PLN, kami ingin berbagi kasih dan sukacita Natal dan PLN ingin secara perlahan semua masyarakat Papua merasakan manfaat listrik. Ini bukan sekadar program, tapi bukti nyata komitmen PLN dalam menerangi negeri hingga pelosok," ujarnya.
Dia menjelaskan mekanisme pendanaan program ini sepenuhnya berasal dari kantong pribadi pegawai PLN yang tergerak hatinya melalui program Light Up The Dream.
Hal ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai operator kelistrikan negara, tetapi juga sebagai entitas yang memiliki jiwa sosial tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
"Dengan masuknya listrik ke Kampung Moso, diharapkan roda perekonomian warga dapat berputar lebih cepat dan kualitas hidup masyarakat di etalase timur Indonesia ini semakin meningkat seiring dengan terangnya lampu-lampu yang menyala di rumah," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas langkah proaktif PLN.
"Kami menilai bantuan ini tepat sasaran dan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Kini anak-anak bisa belajar di malam hari dan aktivitas warga jadi lebih mudah," ujarnya.

