Wamena (ANTARA) - Kantor Cabang Perum Bulog Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bekerja sama menyalurkan 120 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke enam kabupaten.
Penyaluran beras tersebut secara serentak bersama 4.634 ton untuk 42 kota/kabupaten di provinsi wilayah Papua Raya dalam rangka pengendalian harga beras yang dilaksanakan di Mapolres Jayawijaya, Selasa (9/12).
Wakil Pimpinan Kantor Cabang Perum Bulog Wamena Bahrul Ulum mengatakan penyaluran beras SPHP ke enam kabupaten di Papua Pegunungan merupakan hal yang baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Natal 2025.
“Cadangan beras pemerintah yang ada saat ini di gudang kami, digunakan dalam penyaluran beras ke enam kabupaten di Papua Pegunungan. Stok beras tinggal 5 ton, tetapi setiap hari akan ada penambahan beras yang masuk ke Wamena melalui Timika maupun Jayapura,” katanya.
Ia mengatakan enam daerah yang memperoleh bantuan beras SPHP menjelang Hari Raya Natal 2025 di antaranya Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Yalimo, Tolikara dan Puncak Jaya.
“Bantuan yang diberikan ini yakni lima kabupaten di wilayah Papua Pegunungan, sementara satu kabupaten masuk dalam wilayah Papua Tengah. Puncak Jaya masuk di Papua Tengah, tetapi lebih dekat pengiriman beras kalau melalui Wamena,” ujar dia.
Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan program beras SPHP merupakan kerja sama seluruh instansi pemerintah mulai dari pusat hingga daerah menindaklanjuti atensi dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan.
“Target kita dari bulan November-Desember 2025 khususnya di Kabupaten Jayawijaya mengenai penyaluran beras yakni 200 ton. Sementara target penyaluran beras cadangan pemerintah secara umum di seluruh wilayah Papua Pegunungan adalah 900 ton sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” katanya.
Ia mengatakan penyaluran cadangan beras pemerintah di seluruh wilayah Papua Pegunungan sejak bulan November hingga awal Desember 2025 baru mencapai 309,5 ton
“Ketersediaan beras di Papua Pegunungan di dukung oleh dua Kantor Cabang Perum Bulog yakni Wamena dan Timika. Ada lima kabupaten yang ditopang oleh Bulog Wamena, dan ada tiga kabupaten ditopang oleh Bulog Timika,” ujar dia.
Ia berharap dengan penyaluran cadangan beras pemerintah melalui program SPHP di wilayah Papua Pegunungan maka stabilisasi harga beras dapat normal menjelang hari raya Natal 2025 dan tahun baru 2026.
“Tujuan pemerintah dalam program penyaluran beras SPHP di enam kabupaten adalah untuk memberikan keringanan kepada masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau dalam menyambut momen Natal 2025,” katanya.

