Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat melakukan penyambungan daya listrik sebesar 1,11 Mega Volt Ampere (MVA) untuk Kantor Gubernur dan Kantor DPR Provinsi Papua Selatan di Kompleks Daerah Otonomi Baru (DOB), Kabupaten Merauke.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar di Jayapura, Jumat, mengatakan penyambungan ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung percepatan roda pemerintahan di wilayah hasil pemekaran baru tersebut agar pelayanan publik dapat berjalan optimal.
"Penyalaan pelanggan baru ini mencakup dua institusi vital, yakni Kantor Gubernur Papua Selatan dan Kantor DPR Provinsi Papua Selatan, yang masing-masing mendapatkan suplai daya sebesar 555 kilo Volt Ampere (kVA)," katanya.
Menurut Diksi, untuk memastikan distribusi energi berjalan tanpa hambatan, pihaknya telah membangun infrastruktur pendukung berupa Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 0,8 kilometer sirkuit (kms) serta memasang dua unit trafo distribusi berkapasitas masing-masing 630 kVA di tiap lokasi pelanggan.
"Pemenuhan kebutuhan listrik di Kompleks DOB Papua Selatan ini adalah prioritas mengingat peran krusial gedung-gedung tersebut sebagai pusat kebijakan di provinsi yang dibentuk sejak 11 November 2022 itu," ujarnya.
Dia menjelaskan penyambungan ini berjalan sesuai rencana berkat koordinasi yang intensif antara PLN dengan pemerintah provinsi dan para pengembang.
"Di sini kami pastikan bahwa infrastruktur kelistrikan siap tepat waktu sebelum gedung-gedung ini beroperasi penuh," katanya.
Dia menambahkan Provinsi Papua Selatan merupakan salah satu dari empat provinsi hasil pemekaran di tanah Papua yang kini tengah memacu pembangunan infrastruktur fisiknya. Sehingga keandalan listrik menjadi parameter penting bagi investor dan pemerintah pusat dalam menilai kesiapan sebuah wilayah baru untuk berkembang secara mandiri.
“Dengan daya yang terukur dan infrastruktur yang baru saja diselesaikan, kami optimistis pemerintahan DOB Papua Selatan dapat segera melayani masyarakat dengan maksimal,” ujarnya.

