Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menargetkan produksi perikanan sebesar 230 ribu ton pada 2026 sebagai upaya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat sekitar.
Kepala DKP Provinsi Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Rabu, mengatakan target tersebut mencakup perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal Papua.
“Produksi perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, karena ikan merupakan sumber protein yang mudah diakses dan sesuai dengan pola konsumsi masyarakat Papua,” katanya.
Menurut Imam, untuk itu upaya pencapaian target produksi dilakukan melalui penguatan sarana dan prasarana perikanan, peningkatan kapasitas nelayan dan pembudidaya ikan, serta optimalisasi pemanfaatan potensi perairan laut dan perairan darat.
"Kami juga mendorong pengembangan perikanan budidaya air tawar sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya di wilayah pedalaman yang memiliki keterbatasan akses terhadap hasil perikanan laut," ujarnya.
Dia menjelaskan peningkatan produksi perikanan tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan sumber daya ikan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Pengelolaan perikanan harus dilakukan secara bertanggung jawab agar stok ikan tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan,” katanya.
Dia menambahkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat nelayan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah melalui sektor kelautan dan perikanan.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sektor perikanan dapat menjadi pilar utama ketahanan pangan Papua pada 2026,” ujarnya.

