Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Matius Fakhiri menyebutkan 100 hari kerja kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen telah menghadirkan sejumlah layanan medis baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
"Sejak dilantik pada 8 Oktober 2025 lalu kami Pemerintah Provinsi Papua melalui RSUD Jayapura telah mengembangkan layanan kesehatan lanjutan yang sebelumnya masih terbatas di wilayah Papua," katanya di Jayapura, Jumat.
Menurut Aryoko, dalam 100 hari kerja RSUD Jayapura sudah menghadirkan layanan radioterapi kanker, pemasangan alat pacu jantung, operasi akses hemodialisis atau cuci darah, serta penanganan penyakit langka seperti Kawasaki.
"Dan layanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat melalui skema BPJS Kesehatan maupun pembiayaan lain yang disiapkan pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar Papua untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," ujarnya.
Dia menjelaskan selain pengembangan layanan, RSUD Jayapura juga menerapkan kebijakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) internal guna membantu pasien yang mengalami kendala administrasi, khususnya dalam kondisi gawat darurat.
“Prinsipnya, siapa pun yang datang ke rumah sakit harus dilayani. Keselamatan pasien dan nilai kemanusiaan menjadi prioritas utama,” katanya lagi.
Dia menambahkan, untuk itu penguatan layanan kesehatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Papua. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong inovasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penyempurnaan sistem layanan di rumah sakit rujukan.
“Capaian dalam 100 hari kerja ini menjadi awal bagi perbaikan layanan kesehatan yang lebih manusiawi, profesional, dan berpihak pada masyarakat Papua,” ujarnya.

