
DKP Papua usul penambahan anggaran dongkrak produksi nelayan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat berharap adanya tambahan anggaran guna mendorong peningkatan produksi perikanan dan infrastruktur pada setiap pelabuhan perikanan di Bumi Cenderawasih.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Rabu, mengatakan keterbatasan anggaran operasional menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
“Pada Senin (9/2) kami mendapatkan kunjungan kerja dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Askolani di mana kegiatan tersebut tim meninjau sejumlah sarana dan prasarana di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi Kota Jayapura,” katanya.
Menurut Iman, dalam kunjungan tersebut pihaknya menyampaikan perlu ada peningkatan pada kemampuan para nelayan agar bisa memproduksi ikan yang lebih banyak namun yang menjadi kendala yakni kurangnya anggaran.
“Saat ini total anggaran kami berkisar Rp25 miliar per tahun dengan sekitar Rp10 miliar di antaranya terserap untuk belanja gaji pegawai, sementara kebutuhan operasional diperkirakan mencapai sekitar Rp13 miliar, sehingga ruang fiskal untuk pengembangan program masih sangat terbatas,” ujarnya.
Dia menjelaskan oleh karena itu DKP Provinsi Papua sangat berharap adanya tambahan anggaran jika infrastruktur pelabuhan perikanan di Papua telah memadai maka kapal-kapal berukuran besar di atas 30 gross tonnage dapat melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan lokal sehingga hasil tangkapan dapat tertampung lebih optimal.
“Untuk itu kami berharap adanya tambahan anggaran sekitar Rp3,5 miliar hingga Rp5 miliar di mana nilai cukup untuk mendukung perluasan program, termasuk penguatan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, penambahan fasilitas penyimpanan hasil tangkap, serta dukungan operasional kapal nelayan,” katanya.
Dia menambahkan karena peningkatan produksi juga perlu diiringi perubahan pola tangkap nelayan di mana saat ini hampir 90 persen nelayan di Papua masih menggunakan metode pancing tradisional dan melaut dalam waktu singkat.
“Kami yakin dengan tambahan dengan dukungan anggaran dan infrastruktur, diharapkan nelayan dapat beralih ke metode penangkapan yang lebih modern dengan jangkauan laut lebih jauh sehingga volume produksi ikan dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
