Logo Header Antaranews Papua

Asita prediksi kunjungan wisman Papua tumbuh 20-25 persen pada 2026

Minggu, 15 Februari 2026 10:42 WIB
Image Print
Pulau-pulau yang ada di Raja Ampat, Sorong, Papua Barat Daya. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Papua memprediksi kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) bakal mengalami peningkatan 20-25 persen hal ini terlihat dari masuknya pemesanan paket wisata yang sudah ada untuk tujuh sampai delapan bulan ke depan.

Ketua ASITA Papua Iwanta Peranginangin di Jayapura, Jumat, mengatakan kondisi itu menunjukkan minat wisatawan asing terhadap berbagai destinasi wisata di Papua masih cukup tinggi dan stabil.

"Dengan tren ini maka menjadi sinyal positif bagi pelaku industri pariwisata daerah yang dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya memulihkan sektor wisata," katanya.

Menurut Iwanta, tujuan kunjungan wisman umumnya masih didominasi destinasi berbasis alam dan budaya yang memiliki keunikan serta keaslian yang sulit ditemukan di wilayah lain.

"Paket wisata yang paling diminati wisatawan asing antara lain kawasan Raja Ampat di Sorong, Lembah Baliem, serta wilayah pegunungan dan objek wisata alam lain yang menawarkan panorama eksotis dan pengalaman budaya lokal," ujarnya.

Dia menjelaskan potensi wisata Papua masih sangat besar untuk terus dipasarkan ke pasar internasional. Namun demikian pihaknya menilai pertumbuhan kunjungan wisata perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, infrastruktur pendukung, serta promosi yang berkelanjutan.

"Oleh sebab itu perlu ada kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat pemilik objek wisata dinilai menjadi kunci agar wisatawan yang datang merasa aman, nyaman, dan puas selama berkunjung," katanya lagi.

Dia menambahkan dengan sinergi yang baik, diharapkan para wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi juga kembali berkunjung dan ikut mempromosikan destinasi Papua di negara asal mereka sehingga sektor pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026