Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua tetapkan tiga daerah strategis pengembangan pertanian

Minggu, 22 Februari 2026 18:03 WIB
Image Print
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri saat berbincang-bincang dengan para petani di Kabupaten Keerom pada beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO- Pemprov Papua)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua menetapkan tiga kabupaten sebagai daerah strategis pengembangan pertanian skala besar guna memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri di Jayapura, Minggu mengatakan tiga wilayah tersebut yakni Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Keerom.

"Berdasarkan hasil pemetaan dimana kami menilai tiga daerah tersebut memiliki potensi lahan luas serta dukungan sumber daya untuk pengembangan sektor pertanian modern," katanya.

Menurut Fakhiri, apalagi ketiganya memiliki potensi besar untuk pengembangan sawah, jagung, dan komoditas lainnya.

"Pengembangan pertanian tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan produksi, serta fasilitas pascapanen, guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian," ujarnya.

Dia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua terhadap program nasional ketahanan pangan sekaligus upaya menekan inflasi daerah melalui peningkatan produksi pangan lokal.

"Sehingga ke depan kami juga akan mendorong penguatan komoditas jagung, hortikultura, serta sektor peternakan ayam pedaging, ayam petelur, dan sapi guna memastikan ketersediaan bahan pangan masyarakat tetap terjaga," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya optimistis, dengan dukungan pemerintah kabupaten dan partisipasi aktif masyarakat, Papua dapat menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.

“Kami ingin Papua bertumbuh dari sektor pertanian. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin ketahanan pangan kita akan semakin kuat,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026