
Pemprov Papua Selatan dorong pemetaan kelompok rentan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mendorong pemetaan kelompok rentan melalui kegiatan workshop pemetaan kelompok rentan dan persiapan penyelenggaraan pra-Musrenbang 2026.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno dalam siaran pers di Jayapura, Minggu, mengatakan kelompok rentan termasuk perempuan, anak, dan penyandang disabilitas serta lanjut usia (lansia) seringkali berada di posisi yang paling terdampak tetapi juga yang paling sedikit terlibat dalam proses pembangunan.
"Kondisi ini harus diperbaiki sebab setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk didengar, dipertimbangkan dan dilibatkan dalam menentukan arah pembangunan," katanya.
Menurut Joko, kegiatan workshop ini merupakan upaya pemerintah daerah setempat untuk membangun daerah yang lebih inklusif dan terstruktur.
Dia menjelaskan pemetaan kelompok rentan melalui kegiatan ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa forum tematik pra-Musrenbang tidak dilaksanakan secara seremonial tetapi menjadi ruang informasi yang bermakna.
"Kehadiran organisasi masyarakat sipil dalam kegiatan ini juga sangat penting karena mereka memahami kenyataan dan menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), program Kemitraan Australia-Indonesia, Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) yang sudah mendorong dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dia mengatakan dana otonomi khusus (otsus) harus diarahkan untuk menjawab persoalan dasar masyarakat rentan termasuk warga yang masih hidup tidak layak.
"Dengan demikian, perencanaan harus menyentuh dan mengubah kehidupan mereka dan pembangunan berarti menghadirkan perubahan nyata," katanya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
