Logo Header Antaranews Papua

Transaksi menggunakan QRIS di Papua capai 41,9 juta transaksi pada 2025

Jumat, 27 Februari 2026 06:23 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono saat membuka kegiatan Shafar 2026, di Kota Jayapura, Papua. (ANTARA/HO-BI Papua)

Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) menyebutkan transaksi menggunakan kode respons cepat standar Indonesia (Quick Response Code Indonesia Standard/QRIS) di Papua sepanjang 2025 telah mencapai lebih dari 41,9 juta transaksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono di Jayapura, Kamis, mengatakan capaian tersebut didukung oleh 271 ribu merchant serta 221 ribu pengguna yang tersebar di berbagai wilayah Papua.

"Angka tersebut menunjukkan tren positif digitalisasi sistem pembayaran di Tanah Papua sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi nontunai," katanya.

Menurut Warsono, untuk itu BI terus mengoptimalkan momentum Ramadhan 1447 Hijriah untuk mendorong percepatan penggunaan QRIS dan penguatan ekonomi syariah melalui rangkaian kegiatan Syiar Halal Fair (SHAFAR) 2026 di Kota Jayapura.

“Pada Jumat (20/2) Bank Indonesia menggelar kegiatan Syiar Halal Fair (SHAFAR) 2026 dengan melibatkan 14 tenant produk halal yang dipusatkan di salah satu masjid di Kota Jayapura di mana pada kegiatan tersebut kami meminta agar transaksi dilakukan secara QRIS," ujar dia.

Dia menjelaskan apalagi di momen Ramadhan merupakan periode dengan intensitas transaksi yang tinggi sehingga menjadi peluang strategis untuk memperluas adopsi transaksi digital, khususnya di sektor usaha halal dan rumah ibadah.

"Di kegiatan tersebut ada juga edukasi penggunaan QRIS, kemudian menggelar lomba akuisisi merchant QRIS, talkshow penguatan ekosistem halal melalui literasi dan sertifikasi, serta edukasi pelindungan konsumen dan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah," katanya lagi.

Dia menambahkan integrasi ekonomi syariah dan digitalisasi sistem pembayaran menjadi langkah penting dalam memperluas inklusi keuangan di Papua sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

"Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan, kami turut menghadirkan Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat di tengah meningkatnya permintaan. Kami berharap akselerasi penggunaan QRIS selama Ramadhan tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam bertransaksi secara cepat, mudah, murah, dan aman.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026