
Bea Cukai sebut ekspor ke Papua Nugini di awal 2026 meningkat 87 persen

Jayapura (ANTARA) - Bea Cukai Jayapura mencatat nilai ekspor dari Jayapura ke Papua Nugini di awal tahun 2026 meningkat sebesar 87 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Selama bulan Januari 2026 saja, tercatat nilai ekspor yang dilakukan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw sebesar Rp6,56 miliar sedangkan di periode yang sama tahun 2025 mencapai Rp3,49 miliar kata Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura Fungki Awaludin kepada ANTARA di Jayapura, Kamis.
Ia mengatakan meningkatnya nilai ekspor itu terjadi di semua jenis barang yang diekspor ke negara yang berbatasan langsung dengan beberapa wilayah di Tanah Papua itu.
Selain itu, lanjut Fungki, jika di bulan Januari 2025 belum ada ekspor di jenis perabotan rumah tangga, maka di 2026 tercatat nilai ekspornya ke Papua Nugini sudah mencapai Rp196,1 juta.
Adapun komoditi yang diekspor ke Papua Nugini yaitu jenis makanan Rp4,42 miliar, suku cadang kendaraan Rp1,516 miliar, kebutuhan rumah tangga Rp250,32 juta, dan bahan konstruksi Rp187,60 juta.
Ketika ditanya peningkatan peluang ekspor, Fungki yang didampingi Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) KPPBC Jayapura Eston Erlangga mengatakan, masih sangat terbuka sehingga diharapkan para pengusaha memanfaatkan kesempatan itu.
"Peluang ekspor ke PNG (Papua Nugini) masih terbuka luas karena harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan negara tersebut mengimpor karena jaraknya lebih dekat," kata Fungki.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
