
BMKG imbau warga Papua Pegunungan waspadai cuaca ekstrem hingga April

Wamena (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengimbau warga setempat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga April 2026.
Wilayah Papua Pegunungan yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Yalimo, dan Mamberamo Tengah (Mamteng) masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hingga bulan depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Laura SM Runggeari dalam keterangan di Wamena, Rabu, mengatakan saat ini hampir seluruh wilayah Papua Pegunungan masih berada dalam musim hujan.
“Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang dipicu oleh aktivitas atmosfer, cuaca, iklim, dan hidrologi seperti hujan lebat, kekeringan, angin kencang, atau suhu ekstrem sehingga warga perlu mengantisipasinya,” katanya.
Menurut dia, bencana hidrometeorologi di antaranya meliputi banjir, tanah longsor, kekeringan, dan puting beliung. Di Indonesia, lebih dari 90 persen bencana tahunan berkaitan dengan faktor ini.
“Beberapa daerah di Papua Pegunungan juga telah mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor pada waktu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini di Papua Pegunungan masih dalam kondisi musim hujan sehingga warga di delapan kabupaten harus lebih hati-hati.
“Warga ketika melaksanakan aktivitas di luar rumah supaya lebih berhati-hati saat terjadinya hujan dengan intensitas rendah hingga lebat. Apalagi terjadi di malam hari, maka perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
