
Kemensos-Pemkab Jayawijaya perkuat data kesejahteraan sosial

Wamena (ANTARA) - Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bekerja sama untuk memperkuat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di daerah tersebut, guna memastikan akurasi sasaran program bantuan pemerintah.
Dinsos Kabupaten Jayawijaya menggelar bimbingan teknis (bimtek) perubahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ke Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Kemensos bekerja sama dengan Pemkab Jayawijaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya Tinggal Wusono dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat mengatakan kegiatan bimtek yang dilaksanakan terkait perubahan regulasi data kemiskinan terbaru tahun 2026 yang disesuaikan dengan sistem yang saat ini digunakan oleh Kemensos RI.
“Awalnya sistem yang digunakan dalam menghimpun data masyarakat kurang mampu adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial berubah menjadi DTSEN yang diterapkan di Kemensos saat ini,” katanya.
Menurut dia, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai langkah untuk memastikan hak masyarakat kurang mampu di Jayawijaya tetap terlindungi dan tepat sasaran.
“Dengan adanya perubahan regulasi dari pusat menuntut adanya penyesuaian persyaratan data yang cukup mendetail yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk masyarakat kategori kurang mampu,” ujarnya.
Dia menjelaskan adanya urgensi untuk mengaktifkan kembali sekitar 18.000 data masyarakat kurang mampu di Jayawijaya yang sempat mengalami penurunan atau penonaktifan.
“Kami berupaya melakukan perubahan ini dengan baik sesuai arahan Pusdatin Kemensos. Ada kurang lebih 18.000 data yang perlu diaktifkan kembali agar tidak merugikan masyarakat kita yang memang berhak menerima bantuan,” katanya.
“Pemerintah memfokuskan pembekalan bagi internal Dinsos terlebih dahulu, selanjutnya staf Dinsos akan mentransfer ilmu tersebut kepada para operator di 328 kampung Jayawijaya,” ujarnya.
Dia berharap setelah pegawai atau staf Dinsos Kabupaten Jayawijaya menguasai sistem ini, mereka bisa melatih operator di kampung-kampung agar pendataan dilakukan secara masif dan akurat.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Simon Kalolik mengatakan para peserta bimtek dapat mengikuti materi dengan baik.
“Setelah para pegawai dan staf mengusai maka ilmu tersebut dapat diteruskan untuk memberikan pelatihan kepada operator 328 kampung di Jayawijaya,” katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
