Logo Header Antaranews Papua

Bulog Papua minta mitra tidak mainkan harga pangan

Minggu, 8 Maret 2026 20:36 WIB
Image Print
Suasana buka puasa Bulog Papua bertempat Halaman Kantor Bulog Papua, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/HO-Bulog Papua)

Jayapura (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Papua meminta mitra Rumah Pangan Kita (RPK) dan distributor di wilayah setempat tidak memainkan harga dalam penjualan bahan pangan kepada masyarakat termasuk saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Minggu, mengatakan RPK merupakan mitra strategis Bulog dalam menyalurkan bahan pangan kepada masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.

"Pada Jumat (6/3) Bulog melakukan buka puasa bersama di mana dalam kegiatan tersebut saya mengajak seluruh pegawai agar melakukan pemantauan pembelian bahan pangan pada distributor dan RPK apalagi hal ini menjadi perhatian dari Gubernur Papua Matius D Fakhiri," katanya.

Menurut Mustari, komoditas yang disalurkan melalui RPK dan distributor itu seperti beras, gula pasir hingga minyak goreng diharapkan dapat dijual sesuai ketentuan sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Oleh sebab itu kami berharap RPK dan distributor tidak bermain harga karena tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau," ujarnya.

Dia menjelaskan apabila ditemukan mitra RPK yang menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan, maka Bulog akan melakukan evaluasi terhadap kerja sama yang telah berjalan

"Dan jika ada yang menjual di atas harga yang ditentukan akan kami evaluasi karena RPK ini merupakan perpanjangan tangan Bulog dalam menyalurkan bahan pangan kepada masyarakat," katanya lagi.

Dia menambahkan saat ini stok beras aman hingga tiga bulan ke depan dan yang sudah ada di gudang, terdapat sekitar 10.036 ton beras yang masih dalam proses bongkar di pelabuhan untuk menambah cadangan

"Dan stok minyak goreng kini 73 ribu liter dan disalurkan kepada seluruh RKP dan distributor kami pada Senin (9/3)," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026